Thariq adalah sosok yang menjadi simbol kebangkitan umat Islam di Eropa, khususnya di Andalusia, Spanyol. Berkat jasa beliau, syiar Islam pun meluas di benua biru tersebut, hingga tujuh abad lamanya.
Dalam kurun waktu tersebut, Spanyol berada pada puncak kejayaan, jauh meninggalkan Negara-negara Eropa lainnya. Rumah-rumah, gedung, transportasi, kesehatan, lingkungan, penerangan, semua mengalami kemajuan teknologi pada masanya. Jalan-jalan raya di Spanyol diterangidengan lampu-lampu. Sementra di kawasan eropa lainnya masih dalam suasana kegelapan dan kecekaman, sehingga pada masa itu dikenal dengan “Masa Kegelapan”
Keberhasilan kaum muslimin menakklukkan Spanyol, tidak lepas dari peran sang panglima Thariq bin Ziyad. Banyak hal yang bias kita pelajari dari sosok Thariq bin Ziyad, terutama untuk meraih kesuksesan, antara lain:
- Kekuatan ruhiyah. Ketangguhan spiritual menjadi senjata utama Thariq bin Ziyad dalam memimpin pasukan. Hal trsebut tercermin dari cara Thariq bin Ziyad dalam menyeleksi para tentra muslim sebelum berlayar menaklukkan Andalusia. Thariq bin Ziyad dalam memilih para pasukan bukan pasukan yang bertubuh kekar serta berotot. Bukan pula yang paling handal di dalam memainkan pedang, panah, mengendarai kuda, atau kelihaian lainnya. Namun, jauh dari itu, beliau lebih memilih para tentara yang memiliki kedekatan dengan Allah.
- Kematangan emosional. Dalam menaklukkan Spanyol, terlihat jelas kematangan emosi dari Thariq bin Ziyad. Dalam kematangan emosional, ide-ide cemerlang terus bermunculan, karena ketenangannya dalam menyikapi suatu kondisi. Dalam mengambil tidakan, dia tidak pernah gegabah, penuh perhitungan. Dan ini menjadi factor lain, sukses Thariq bin Ziyad dan pasukannya dalam menaklukkan lawan.
Dari sini kita bisa mengambil ibrah, bahwa untuk berprestasi maka kita harus melakukan apa yang telah dilakuakn Thariq bin Ziyad, yaitu memiliki sandaran penuh kepada Allah, serta berusaha beraksi dengan sistemik, tidak gegabah atau serampangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar