Senin, 07 Januari 2013

Rasulullah SAW Sebagai Teladan Sehari-hari



Allah telah memilih dan mengangkat para rasul yang diberi wahyu tentang peraturan hidup yang dapat membimbing manusia menempuh jalan hidup yang lurus dan benar. Melalui Nabi Muhammad SAW, Islam mengatur segala hal, bahkan hingga masalah kecil dan remeh yang tak pernah dibayangkan akan dibahas. Mulai dari bersuci, berhubungan suami istri sampai siwak (membersihkan gigi) yang diberikan panduannya oleh Rasulullah SAW.
Sayangnya, banyak orang muslim tak benar-benar menerapkan anjuran Rasulullah. Bahkan tak sedikit kaum muslim yang mengerti tata cara yang dibenarkan dalam Islam untuk urusan-urusan kehidupan mereka. Karena itu, ada baiknya kita pelajari sedikit dari sekian banyak prilaku Rasulullah SAW agar kita mengetahui bagaimana seharusnya seorang muslim. Berikut sebagian prilaku Rasulullah SAW:
  1. Memulai dari  yang kanan; Rasulullah adalah orang yang mengajarkan kita memulai segala sesuatu dari sebelah kanan. Beliau memakai pakaian dengan memulakan dari sebelah kanan anggota tubuhnya dan menanggalkan dari sebelah kiri. Ibunda kaum Mukminin, Aisyah pernah mengungkapkan, “Sesungguhnya Rasulullah menyenangi memulai bersuci dari anggota badanya yang sebelah kanan, juga ketika bersisir dan ketika memakai alas kaki”.
  2. Cara berpakaian; Apabila Rasulullah memakai pakaian baru, maka disebutkanlah namanya (misalnya surban atau gamis) lalu beliau berdoa, “Ya Allah, hanya bagimu segala puji, sebagaimana Engkau beri aku pakaian, aku mohon pada-Mu kebaikannya, dan kebaikan bahan yang dibikin. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dan keburukan bahan yang dibikin.” (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasai). Kadang Rasulullah mengennakan kian warna merah, hijau, atau kuning namun beliau lebih menyukai warna putih. “Hendaklah kalian berpakaian putih, untuk dipakai sewaktu kalian hidup. Dan jadikanlah ia kain kafan kalian waktu kalian mati. Sebab kain putih itu sebaik-baik pakaian bagi kalian”. (Riwayat Abu Dauwud, Ibnu Majah, Tirmidzi)
  3. Cara makan; Abu Ayub al-Anshari RA bercerita, “Pada suatu hari, kami berda di rumah rasulullah, maka beliau menyuguhkan suatu makanan. Aku tidak mengetahui makanan mana yang paling banyak berkahnya ada saat kami mulai makan atau di bagian paling terakhir”. Abu Ayub kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, Bagaimana caranya hal ini bisa terjadi?” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kami membaca nama Allah jika akan makan, kemudian duduklah. Seseorang yang makan tanpa menyebut nama Allah, maka makanannya disertai setan”. (Diriwayatkan oleh Qutaibah dari ibnu bin Jandal dari Hubeib bin Aus yang bersumber dari Abu Ayub al-Anshari)
  4. Cara minum; Anas bin Malik menceritakan, “sesungguhnya nabi menarik nafas tiga kali pada bejana/gelas bila beliau sedang minum”. Beliau bersabda, “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan”. (Riwayat Muslim , Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasai).
  5. Cara bicara; Aisyah  mengabarkan, “Rasulullah tidak berbicara cepat sebagaimana kalian. Tetapi beliau berbicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk bersamanya dapat menghafal kata-katanya”. (Riwayat Bukhari dan Muslim)
  6. Gurauan; Baik gurauan maupun ungkapansyair yang disampaikan Rasulullah adalah berisi kebenaran. Rasulullah tidak pernah menyelipkan kebohongan saat bergurau, agar orang tertawa, sebagaimana dilakukan banyak orang. Abu Hurairah berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Apakah engkau suka bergurau kepada kami? Beliau bersabda, Ya. Tetapi apa yang kukatakana (saat bergurau) tidak lain kecuali hanya kebenaran”. (Riwayat Tirmidzi)
  7. Cara membaca Al-Qur’an; Qatadah berkata, “Aku bertanya kepada Anas bin Malik ra, Bagaimanakah bacaan (Al-Qur’an) Rasulullah? Ia menjawab, Bermakna (bertajwid)”. (Riwayat Bukhari, Nasai, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
  8. Baik kepada pekerja; Anas bin Malik bercerita, “Aku menjadi pembantu Rasulullah selama sepuluh tahun. (Selama itu) beliau tidak pernah mengatakan, Uf! (hus). Dan tidak pernah pula mengugatku karena sesuatu yang aku kerjakan (dengan perkataan), Mengapa kau kerjakan begini? Dan tidak pula (mengugat) karena ada sesuatu yang tidak aku kerjakan (dengan perkataan) Mengapa tidak kau kerjakan?” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi).

Demikian sebagian kecil dari sekian banyak akhlak mulia Rasulullah yang patut kita contoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar